Friday, 20 June 2014

Perhatikan hal berikut jika anda mengganti hardisk konvensional dengan SSD

SSD yang merupakan kepanjangan Solid State Disk merupakan alternatif media penyimpanan selain hardisk konvensional. Jika pada hardisk konvensional peralatan yang digunakan masih menggunakan cakram yang berputar sehingga menimbulkan suara yang berisik maka SSD tidak menggunakan komponen yang bergerak jadi lebih bebas bising. 



Dari segi kecepatan transfer, SSD ungguk jauh dibandingkan kecepatan hardisk. Perbedaan antara HDD (Harddisk) dengan SSD (Solid State Drive) :
  • Data yg disimpan SSD  tidak pada lapisan magnetik, Melainkan pada chip-chip memori flash yang saling terhubung
  • Komsumsi daya SSD lebih kecil daripada HDD : misal, SSD 2,5 inci hanya butuh daya kurang dari 1 Watt, sementara daya yang dipakai HDD mencapai 2,1 Watt. Untuk pengguna PC, perbedaan itu tidak terasa. Tapi pengguna laptop bisa merasakan perbedaan awet baterainya.
  • Kemampuan SSD dalam kecepatan baca tulis yang luar biasa dimana tidak adanya piringan yang berputar ataupun alat pembaca yang harus diposisikan seperti layaknya HDD
  • SSD memberikan peningkatan kinerja pada performa Input Output I/O, dimana konvensional HDD menggunakan piringan (platter) yang berputar dan sebuah head untuk membaca data pada piringan yang tentunya membuat HDD akan memiliki delay dalam melakukan proses tulis baca data,
  • Ketahanan SSD terhadap guncangan lebih baik dari pada hard disk konvensional, karena piringan pada hard disk dapat terganggu kinerjanya bila mengalami guncangan dan dapat menyebabkan hard disk rusak atau bad sector. Hal ini tidak terjadi pada SSD karena tidak ada alat mekanik yang bergerak dan bisa terguncang (full ic = integrated circuit). Tapi SSD bisa juga mengalami kerusakan seperti layaknya ic pada umumnya dan akan berakibat data loss.


Ada banyak kelebihan Solid State Drive jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional, diantaranya adalah:
  • Waktu mulai bekerja (start-up) yang lebih cepat : Hal ini berdampak pada akses data yang lebih tinggi, keterlambatan/ penundaan membaca data (latency) yang lebih rendah dan waktu pencarian data (seek time) yang jauh lebih cepat.
  • Tidak memiliki bising/ dengung (noise) mengingat tidak adanya komponen yang bergerak.
  • Lebih hemat daya listrik, meskipun untuk SSD berbasis DRAM masih diperlukan catu daya yang cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional masih jauh lebih hemat energi.
  • Lebih kebal terhadap guncangan, getaran, dan temperatur yang tinggi.
  • Dengan kapasitas penyimpanan yang sama, SSD memiliki bobot yang lebih ringan dan ukuran fisik yang lebih ramping jika dibandingkan dengan hard-disk biasa (khususnya saat ini  SSD hingga ukuran penyimpanan 2 TB) sehingga lebih portable untuk notebook dan mobile external storage.
  • Karena dapat menyimpan data meskipun catu daya tidak ada, kelak teknologi SSD ini jika digabungkan dengan teknologi Memristor (Memory Transistor) membuka kemungkinan tercapainya pembuatan sebuah komputer yang dapat dihidup-matikan layaknya sebuah televisi, sehingga istilah start-up, shut down, hang, blue screen dan sejenisnya hanya menjadi catatan sejarah untuk anak cucu kita.

SSD memang masih lebih mahal bahkan dengan ruang penyimpanan yang lebih kecil, tetapi efisiensi SSD sudah tak diragunkan lagi. SSD juga diklaim menawarkan usia pemakaian yang lebih lama karena konsumsi ruangnya yang relatif lebih rendah ketimbang hard disk konvensional. Dan bila Anda mulai mengganti hard disk lama dengan SSD, ini adalah 5 hal yang harus Anda lakukan.

Aktifkan fitur TRIM
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengaktifkan fitur TRIM, caranya buka command prompt dan copy kode ini lalu tekan enter.ut

fsutil behavior set disabledeletenotify 0
Matikan System Restore
Hal kedua, matikan system restore di komputer Anda. Mengapa? Karena system restore tidak benar-benar berfungsi untuk SSD namun yang pasti membebani performa komputer. Matikan dengan cara masuk ke Windows Explorer, klik kanan di My Computer dan klik Properties. Selanjutnya klik System protection.
SSD Drive di Windows 7

Cari dan klik menu Configure kemudian klik Turn Off System Restore di jendela popup berikutnya.


SSD Drive di Windows 7


Matikan Defrag terjadwal

Menjadwalkan defragmentasi memang ide yang bagus, tapi untuk perangkat SSD hal ini tak begitu diperlukan walaupun masih tetap penting. Menghidupkan fitur ini secara manual akan lebih baik, jadi matikan jadwal otomatis yang sudah diset sebelumnya.

SSD Drive di Windows 7

Menghapus Page File

Page File berguna sebagai pencatat file di dalam hard disk, tetapi fitur ini secara fisik membenani SSD namun fungsinya sendiri tak begitu krusial. Hapus dengan cara masuk ke Windows Explorer – My Computer – Properties dan klik Advance system settings. Klik menu tab Advanced dan klik Settings, tepat di bahwa menu Performance Anda bisa temukan jendela seperti ini.


SSD Drive di Windows 7

Set Write Caching

Dalam situasi tertentu level cache menentukan performa SSD, klik kanan di Computer di Start menu dan klik Properties, lalu klik Device Manager. Munculkan opsi di Disk Drive dan klik kanan pada opsi SSD dan klik Properties. Pilih menu tab Policies. Selanjutnya pilih Enable write caching on the device.

SSD Drive di Windows 7_5


Sumber : 
http://blog.fastncheap.com/

Ditulis Oleh : khoiril anwar // 09:31
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment